Wednesday, May 20, 2009

Kabinet Bayangan...?



Calon Presiden sudah mulai berencana mengeluarkan nama-nama kabinet bayangan sebelum mereka bertarung. Pasangan Mega-Pro, segera membeberkan beberapa nama yang bakal menjadi pemimpin departemen, bila kelak menang pertarungan. Partai-Partai yang bekoalisi tentunya akan segera mengajukan nama-nama kandidat untuk menjadi menteri dalam kabinet bayangan ini. Bila Mega-Pro benar mengumumkan ini, maka yang terjadi para calon menteri adalah orang-orang yang berada di Partai-Partai atau nama-nama profesional yang di dukung partai-partai.

Keuntungan untuk memunculkan nama ini, pasangan calon presiden akan mendapat banyak masukan dari masyarakat siapa yang layak dan siapa yang tidak layak. Keuntungan lainnya, masyarakat akan semakin simpati dengan pasangan tersebut, karena tidak seperti membeli kucing dalam karung. Keuntungan lain, nama yang muncul dalam daftar calon menteri tentunya akan ikut bekerja keras untuk membantu pasangan calon presiden dalam kampanye. Apa yang didapat tentunya, keringan pasangan calon presiden berkampanye, misalnya dalam segi dana dan penjaringan network.

Kerugiannya, jelas jumlah calon menteri dipilih dari sejumlah kecil parpol, sehingga kualitas calon diragukan. Karena Mega-Pro misalnya hanya disokong PDI-P dan Gerindra, maka tidaklah elok bila calon menteri diambil dari partai lain, maski calon tersebut sangat potensial. Kerugian lain, tidak akan ada lagi kemungkinan koalisi dengan partai politik lain, jika pilpres nanti akan berputar dua kali. Jikapun ada, tentunya akan ada partai politik yang merasa sakit hati, karena ditinggal partnernya pindah koalisi ke partai lain.

Bila pasangan JK-Win juga akan mengumumkan cara ini, maka tentu saja tidak terlalu sulit. Karena partai golkar mempunyai banyak kader yang cukup mumpuni untuk mengisi jabatan menteri di setiap departemen. Sementara Hanura, juga dinilai banyak kader potensial, karena pecahan Golkar . Sementara pasangan SBY-Budiono sepertinya tidak tertarik dengan kabinet bayangan yang muncul jauh sebelum Pilpres ini.

Sunday, May 3, 2009

Faktor Antasari Azhar




Kejutan muncul disaat JK- Wiranto memproklamirkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dari Golkar dan Hanura. Hampir bebarengan, muncul isu keterlibatan ketua KPK Antasari Azhar dalam perbuatan keji pembunuhan direktur anak perusahaan BUMN.

Rencana JK untuk menjaga momentum dengan mulai berkampanye secara halus ke Sulawesi Selatan tertutup gonjang ganjing seputar Antasari Azhar. Kisah pasangan JK-Wiranto yang telah memproklamirkan menjadi JK-WIN ini langsung tenggelam oleh kabar-kabar dugaan ketua KPK terlibat kejahatan. Secara tidak langsung pencalonan JK-Wiranto menjadi anti klimaks. Seluruh mata dan telinga mulai Senin minggu pertama Mei 2009 ini akan menanti apa yang terjadi dengan kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan ketua KPK. Antasari akan mendatangi polisi untuk memberikan keterangan. Memang kasusnya sendiri masih sumir.

Ketua KPK dituduh mendalangi pembunuhan, setelah terlibat pertikaian dengan sang korban yang temannya sendiri, dengan masalah remeh, perempuan. Isunya pembunuhan dilakukan oleh orang lain, teman Ketua KPK dengan imbalan ratusan juta rupiah. Ketua KPK tentu saja menyanggah berita miring tersebut. Namun apapun yang dikatakan ketua KPK dan keluarga korban, menjadi bahan pembicaraan lebih menarik bagi warga masyarakat dibanding deklarasi JK dengan Wiranto.

Kini pasangan ini harus bekerja ekstra keras untuk menaikan pamornya agar tidak kalah telak dalam pemilu presiden mendatang. Namun dibanding SBY dan pasangannya yang belum dipilih, pasangan JK-WIN masih kalah pamor sepertinya.