Sunday, May 3, 2009

Faktor Antasari Azhar




Kejutan muncul disaat JK- Wiranto memproklamirkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dari Golkar dan Hanura. Hampir bebarengan, muncul isu keterlibatan ketua KPK Antasari Azhar dalam perbuatan keji pembunuhan direktur anak perusahaan BUMN.

Rencana JK untuk menjaga momentum dengan mulai berkampanye secara halus ke Sulawesi Selatan tertutup gonjang ganjing seputar Antasari Azhar. Kisah pasangan JK-Wiranto yang telah memproklamirkan menjadi JK-WIN ini langsung tenggelam oleh kabar-kabar dugaan ketua KPK terlibat kejahatan. Secara tidak langsung pencalonan JK-Wiranto menjadi anti klimaks. Seluruh mata dan telinga mulai Senin minggu pertama Mei 2009 ini akan menanti apa yang terjadi dengan kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan ketua KPK. Antasari akan mendatangi polisi untuk memberikan keterangan. Memang kasusnya sendiri masih sumir.

Ketua KPK dituduh mendalangi pembunuhan, setelah terlibat pertikaian dengan sang korban yang temannya sendiri, dengan masalah remeh, perempuan. Isunya pembunuhan dilakukan oleh orang lain, teman Ketua KPK dengan imbalan ratusan juta rupiah. Ketua KPK tentu saja menyanggah berita miring tersebut. Namun apapun yang dikatakan ketua KPK dan keluarga korban, menjadi bahan pembicaraan lebih menarik bagi warga masyarakat dibanding deklarasi JK dengan Wiranto.

Kini pasangan ini harus bekerja ekstra keras untuk menaikan pamornya agar tidak kalah telak dalam pemilu presiden mendatang. Namun dibanding SBY dan pasangannya yang belum dipilih, pasangan JK-WIN masih kalah pamor sepertinya.

No comments:

Post a Comment