Sunday, April 26, 2009

Faktor Sultan Hamengkubuwono X




Sultan Hamengkubuwono X merupakan satu dari banyak politikus santun yang mumpuni untuk menjadi pemimpin di Indonesia. Sultan mempunyai massa tradisional yang hampir pasti selalu setia kepadanya. Paling tidak di wilayah dimana Sultan menjadi pemimpin baik formal maupun informal yakni Yogyakarta. Selama ini Sultan selalu berada di Partai Golkar, meski banyak parta-partai sejak dulu selalu menarik sultan ke dalam lingkungan mereka.Mungkin karena tradisi pula Sultan tidak tertaraik ke Partai-Partai lain dan hanya di Golkar. Maksudnya, pendahulu Sultan juga dekat dengan Golkar.

Ketika Sultan menuju ke kancah Nasional, tentu saja Sultan tidak hanya bergantung pada Golkar, namun juga partai-partai politik yang lain. Disinilai Pak Sultan mulai mendekati banyak Partai partai lain seperti PDI-P, sehingga bisa masuk dalam 10 calon cawapres untuk PDI-P. Bahkan mengerucut hingga 5 calonpun Sultan masih masuk. Pendekatan ke PDI-P dan partai-partai lain, memang harus dilakukan. Pasalnya Golkar masih mempunyai JK dan Akbar Tanjung yang masih kuat.
Sultanpun mulai bermanuver. Sultan sejak dini sudah memproklamirkan akan menjadi calon presiden. Selain Golkar, Sultan juga dipinang Partai Republikan untuk menjadi Capres. Selain itu Kubu Sultan mengajak kalangan bawah Golkar untuk tidak menjadi penonton lagi di panggung politik Indonesia dan mencalonkan kadernya jadi Presiden. Ini berdampak pada hubungan partai-partai terutama Golkar yang sudah adem ayem dengan Demokrat.
Koalisi partai-partai yakni Demokrat-Golkar yang bakal menang tanpa tanding mulai goyang, setelah Sultan dengan kekuatan sejumlah DPDnya, mendesak JK maju sebagai Capres.Kondisi yang tidak menguntungkan ini, membuat Demokrat selaku pasangan setia Golkar mulai gerah, dan akhirnya memilih pisah. Sepertinya Demokrat enggan terlibat dalam perseteruan di Golkar yang melibatkan kubu JK dan Sultan.

Perpisahan ini merupakan pukulan bagi JK dan Juga SBY. Pasalnya pasangan yang diperkiarakan partai-partai akan melenggang dengan mudah ke pemerintahan selanjutnya harus kandas ditengah jalan. Bagi partai lain seperti PDI-P ini anugerah. Karena persaingan untuk kursi Presiden kini seimbang. Namun beberapa simpatisan partai-partai mengatakan, bahwa langkah ini hanya untuk memasukkan Kader Golkar lainnya ke Demokrat. Seperti apa yang dilakukan JK 2004 lalu.

Namun rencana Golkar untuk masuk ke SBY sebagai cawapres, melalui Akbar ternyata ditolak dengan halus oleh SBY. Rupanya SBY benar-benar tidak mau terlibat di dalam Golkar. Nah setelah membuat semua peta perpolitikan sangat ramai, Sultan kini tinggal menunggu pinangan. PDI-P, atau Golkar sendiri mungkin yang akan mengajaknya ke Istana. Disaat petinggi partai-partai diantaranya Gerindra Prabowo Subianto semakin lengket ke PDI-P, Sultan hanya berharap untuk disunting JK sebagai wakil presiden. Apakah ini akan terwujud...? Kalau memang terjadi, maka manuver Sultan Hamengkubuwono X memang canggih.

  • SBY-HNW
  • MEGA-PRABOWO
  • JK-SULTAN

No comments:

Post a Comment